25 Ton Beras Jawa Tengah Siap Pasok Kebutuhan Kota Batam

Semarang (24/12) – SobatQ, kalian tentu tahu Jawa Tengah merupakan sentra penghasil beras. Produktivitas beras cukup melimpah dengan kualitas yang tidak diragukan lagi dan selalu menjadi incaran pasar.

Parlin Robert Sitanggang selaku Kepala Karantina Pertanian Semarang mengatakan bahwa kebutuhan beras di luar Jawa khususnya Kota Batam cukup tinggi. Hal ini diketahui dengan tingginya frekuensi pengiriman dan daerah setempat tidak dapat mencukupi kebutuhan beras tersebut.

Heri Setiyoko selaku Pejabat Karantina melakukan pemeriksaan terhadap 25 ton beras untuk memastikan komoditas tersebut bebas dari organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK). Kegiatan yang dilakukan berupa pemeriksaan fisik dan Kesehatan, setelah dinyatakan sehat dan aman dikonsumsi maka beras tersebut siap berlabuh memasok kebutuhan pangan di Kota Batam.

“Bercocok tanam padi di sawah sudah menjadi mata pencahariaan petani Jawa Tengah sejak dulu, dengan hasil panen digunakan untuk kebutuhan pokok sehari-hari dan sebagian didistribusikan ke pasar,” ungkap Cisilia Triwidiyanti selaku Sub Koordinator Substansi Karantina Tumbuhan.

“Lahan untuk menanam padi cukup luas untuk mendukung produktivitas. Beras asal Jawa Tengah sangat diminati masyarakat karena cita rasa khas gurih, tidak mengandung bahan kimia, tidak berbau, tekstur utuh, kering dan pulen,” imbuh Cisilia.

SobatQ, jangan lupa lapor karantina sebelum mengirim komoditas pertanian ya! Sehingga, terjamin kesehatannya dan aman dikonsumsi di daerah tujuan.

#LaporKarantina
#KarantinaPertanianSemarang

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*