Gubernur Jateng dan Kapolda Jateng Dongkrak Ekspor Pertanian Di Penghujung Tahun

Semarang (31/12). Dalam rangka meningkatkan partisipasi para pelaku usaha dan pemangku kepentingan (stake holder) agribisnis untuk mendukung program gerakan tiga kali ekspor (gratieks), Karantina Pertanian Semarang gelar pelepasan ekspor pertanian dengan tema “Gebyar Ekspor”.

Pelepasan ekspor pertanian serentak secara daring dilakukan bersama 34 tempat pemasukan (UPT Barantan). Bertempat di Depo Ampenan, Pelabuhan Tanjung Emas, kegiatan dihadiri Gubernur Jawa Tengah, Kepolisian Daerah Jawa Tengah, Panglima Daerah Militer IV Diponegoro, Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Bupati Kabupaten Semarang, Kendal, Brebes dan Temanggung, Wali Kota Semarang, Kepala Kesyahbandaran Otoritas Kelas I Pelabuhan Tanjung Emas; Kepala Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean Tanjung Emas; Kepala Kepolisian Resort Kota Semarang, CEO Regional Jateng PT. Pelindo III, GM. Angkasa Pura I Bandara Internasional A. Yani;, GM. Terminal Peti Kemas Semarang; GM. Terminal Tanjung Emas; GM. Marketing PT. Pelindo III Tanjung Emas, instansi terkait, pelaku usaha, eksportir, dan media massa.

Ganjar Pranowo selaku Gubernur Jateng menyampaikan penghargaan, apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para petani, peternak, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan pertanian lainnya, selama masa pandemi telah bekerja keras, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat tetapi juga telah berhasil meningkatkan ekspor produk-produk pertanian.

Parlin Robert Sitanggang selaku Kepala Karantina Pertanian Semarang menyampaikan total capaian nilai ekspor mulai tanggal 16-30 Desember 2021 sejumlah 6.078,3 ton senilai 528,9 milyar rupiah. Hari ini dilakukan pelepasan ekspor komoditas pertanian terdiri dari wasabi, cabe hijau, mukimame, kopi biji, kapok, albasia bare core, gula merah, sarang burung wallet, tepung terigu, tepung porang, konjac chips dan kacang tanah. Adapun total nilai ekspor komoditas tersebut sejumlah 637,6 ton senilai 50 milyar rupiah dan sudah dikirim ke 110 negara.

Ahmad Luthfi selaku Kapolda Jateng mengatakan bahwa kami siap melakukan pendampingan dalam pemeliharaan keamanan pangan pada program pembangunan pertanian sehingga tidak ada penyelewengan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dengan suksesnya gebyar ekspor ini menunjukkan bahwa komoditas unggulan Jawa Tengah mampu memasok kebutuhan pasar lokal dan tembus ke pasar global.

Ganjar berdialog dengan sejumlah eksportir Jawa Tengah. Pada kesempatan ini para eksportir menyampaikan sejumlah persoalan. Permasalahan yang disampaikan langsung ditindaklanjuti Ganjar, karena ekspor merupakan kunci utama mendongkrak perekonomian.

“Tahapan pencapaian nilai ekspor Balai Karantina Pertanian Kelas I Semarang tahun 2019 mencapai 8,48 triliun; tahun 2020 mencapai 9,13 triliun, dan tahun 2021 mencapai 11,1 triliun. Kegiatan pelepasan ekspor ini menjadi momentum berkelanjutan dan menghasilkan nilai ekspor yang semakin meningkat, “pungkas Parlin.

#GebyarEkspor
#KarantinaPertanianSemarang

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*