Jenitri Asal Jawa Tengah Diminati Pasar Tiongkok

Semarang (22/11). SobatQ, Jawa Tengah (Jateng) dikenal sebagai wilayah sentra produksi jenitri. Seiring perkembangan teknologi, banyak ilmuan melakukan penelitian dan menganalisa terkait kepercayaan kuno tentang pentingnya jenitri.
Cisilia Triwidiyanti selaku Subkoordinator Substansi Karantina Tumbuhan menjelaskan bahwa jenitri memiliki kulit keras, sepanjang permukaan biji terdapat alur atau dikenal sebutan mukhi. Selain digunakan untuk keperluan kesehatan dan spiritual, jenitri jadi tren baru perhiasan.
Parlin Robert Sitanggang selaku Kepala Karantina Pertanian Semarang mengatakan bahwa jenitri memiliki potensi ekspor yang kian menjanjikan. Semakin banyak jumlah mukhi diyakini memiliki arti dan manfaat tersendiri sehingga harga semakin mahal.
Nurul Badriyah selaku Pejabat Karantina yang bertugas di Wilker Bandara Achmad Yani melakukan pemeriksaan terhadap 3 ton jenitri senilai hampir 40 juta rupiah. Setelah dinyatakan sehat dan bebas dari target Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina, maka jenitri siap penuhi kebutuhan pasar Tiongkok.
“Jenitri asal Jawa Tengah dikenal berpola unik dan berkualitas tinggi sehingga jadi rebutan pasar lokal hingga mancanegara. Tren jenitri saat ini yaitu model beralur dan polos, “pungkas Parlin.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*