Sinergi Antar Instansi Jaga Stabilitas Pelabuhan Tanjung Emas

Semarang (30/10). Karantina Pertanian Semarang secara rutin melakukan pengawasan Media Pembawa Hama dan Penyakit Hewan Karantina (HPHK) dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) yang dilalulintaskan melalui Pelabuhan Tanjung Emas.

Kegiatan pengawasan dilakukan setiap saat sesuai jadwal kedatangan kapal KM Dharma Rucitra 9 dan KM Dharma Ferry 2. Bersama instansi terkait, Suci Rahmawati, Pujiati, dan Bayu Susilo selaku Pejabat Karantina melakukan tindakan pemeriksaan pada penumpang kapal KM Dharma Rucitra 9 dari Kumai, dan penumpang kapal KM Dharma Ferry 2 dari Ketapang di Pelabuhan Tanjung Emas. Satu persatu penumpang diperiksa guna memastikan komoditas karantina yang mungkin dibawa, telah sesuai dengan peraturan karantina.

Berdasarkan hasil pemeriksaan didapati beberapa penumpang membawa 6 ekor burung merpati, 5 ekor murai, dan 1 ekor kacer. Setelah dilakukan pemeriksaan, burung-burung tersebut dilengkapi dokumen karantina.

“Dengan semangat bersinergi melindungi negeri, Karantina Pertanian Semarang bersama Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) dan Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KP3) Tanjung Emas siap meningkatkan pengawasan di Pelabuhan Tanjung Emas,” tegas Fitria Maria Ulfah selaku Sub Koordinator Substansi Pengawasan dan Penindakan Karantina Pertanian Semarang.

Parlin Robert Sitanggang, Kepala Karantina Pertanian Semarang, mengatakan “Petugas karantina pertanian saat menjalankan layanan perkarantinaan selalu sesuai tugas pokok dan fungsinya.”

PatuhKarantina 🐕🍅
KarantinaPertanianSemarang

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*