Tempe Mlanding, Makanan Tradisional Khas Wonogiri yang Kian Sulit Ditemukan

Tempe adalah salah satu makanan tradisional khas Indonesia. Makanan tradisional ini sudah dikenal oleh masyarakat sejak berabad-abad silam. Pada umumnya, bahan utama membuat tempe adalah kacang kedelai. Namun, di Wonogiri Jawa Tengah, tempe dibuat dari mlanding atau biji lamtoro sehingga dikenal dengan sebutan tempe mlanding.

Tempe mlanding pernah mengalami masa kejayaan, pada saat tanaman kedelai belum banyak dan belum ada kedelai dari luar negeri. Sekarang bahan baku tempe mlanding mulai susah untuk dicari. Sementara kedelai melimpah sehingga banyak perajin yang beralih membuat tempe kedelai.

Dari segi jumlah peminatnya pun tidak banyak, sehingga perajin tempe mlanding yang masih menggunakan teknik tradisional ini jarang memproduksinya. Tempe mlanding sekarang hanya jadi klangenan (saat orang ingin-red), tidak lagi jadi lauk utama. Oleh karena itu, makanan lezat ini kini semakin sulit ditemukan.

Soal rasa, tempe mlanding rasanya hampir sama dengan tempe dari kacang kedelai. Kandungan gizinyapun puntidak diragukan lagi. Biji lamtoro mengandung protein 40 persen, lemak 6,13 persen, bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN) 24,53 persen, serat kasar 8,79 persen, dan mineral 9,32 persen. Kandungan tersebut, sesuai untuk menjadikan lamtoro sebagai pengganti kedelai dalam pembuatan tempe.

SobatQ tertarik untuk mencicipi tempe ini? Singgah yuk ke Wonogiri. Cicipi lezatnya tempe mlanding dan lestarikan makanan tradisional khas Jawa Tengah.

#Trivia
#KarantinaPertanianSemarang

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*